Wali Kota Mataram Melepas Pawai Ogoh-Ogoh 2017
May 13, 2014 203 View

Wali Kota Mataram Melepas Pawai Ogoh-Ogoh 2017

MATARAM – Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh melepas secara resmi Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Mataram menjelang Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1939, di ruas Jalan Pejanggik Kota Mataram pada Senin (27/03/17). Pada Pawai Ogoh-Ogoh tahun 2017 ini, umat Hindu Kota Mataram dan partisipan dari Lombok Barat maupun Lombok Tengah mengarak sejumlah 157 buah ogoh-ogoh atau boneka raksasa dengan tampilan wajah menyeramkan yang mengambarkan keberadaan kala atau kejahatan yang mengganggu kehidupan manusia. Pelepasan Pawai Ogoh-Ogoh dihadiri oleh para tokoh Hindu Kota Mataram, serta dihadiri pula oleh segenap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nusa Tenggara Barat dan Kota Mataram.

Dihadapan seluruh peserta pawai yang memadati ruas Jalan Pejanggik, Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh menyatakan rasa syukurnya untuk dapat kembali hadir pada kegiatan yang menjadi rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu Kota Mataram. Sejak beberapa waktu lalu, Wali Kota yang oleh umat Hindu Kota Mataram disebut sebagai Guru Wisesa ini juga telah turut hadir dalam rangkaian perayaan Nyepi berupa Upacara Melasti di Pantai Loang Baloq Kota Mataram. Khusus untuk momentum Pawai Ogoh-Ogoh yang diikuti oleh umat hindu serta diramaikan pula oleh warga Kota Mataram dari beragam etnis dan agama, dipandang Wali Kota memiliki makna yang sangat khusus. Sebagai sebuah momentum dimana toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai antar umat beragama tampak jelas. “Inilah yang harus terus dipelihara, ditingkatkan, dan ditularkan ke daerah lain. Inilah Kota Mataram yang harus terus kita bangun menjadi kota yang Maju, Religius, dan Berbudaya”, ungkapnya.

Pawai Ogoh-Ogoh yang mengawali Hari Raya Nyepi lanjut Wali Kota, adalah bagian dari ritual umat Hindu yang mengandung makna penting secara filosofis. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ritual yang diakhiri dengan ritual Catur Brata Penyepian yang terdiri dari Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak mendengarkan hiburan) bertujuan untuk menyucikan diri. Hal tersebut dikatakan Wali Kota sangat penting dan menjadikan umat Hindu memiliki peran sangat besar untuk memberikan keseimbangan antara Bhuana Alit atau alam manusia dengan Buana Agung atau alam semesta, ditengah kondisi alam yang mulai tidak ramah. “Bagi seluruh umat Hindu Kota Mataram, silahkan laksanakan dengan khidmat, saya yang akan berkeliling (untuk menjaga) nanti”, tutupnya. (ufi/din-humas)

 

Agenda Kegiatan

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota MataramSMS CENTER Perwal Tata Naskah Dinas Pemerintah Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramPERATURAN WALIKOTA MATARAM TENTANG KODE ETIK ASNROAD MAP RB KOTA MATARAMBUKU STANDAR HARGA KOTA MATARAM TAHUN 2017Surat Edaran Libur Nasional 2017Edaran Cuti Tahun 2017Logo HUT RI yang ke-72BANNER HUT RI Ke-72HUT KOTA MATARAM KE-24

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat

Statistik Pengunjung

Hari Ini : 0 Visit
Kemarin : 0 Visit
Bulan Ini : 0 Visit
Tahun Ini : 66,215 Visit
Total : 68,935 Visit
Detail Statistik