Pemkot Mataram Evaluasi Penyaluran Rastra
28 Juli 2017 385 View

Pemkot Mataram Evaluasi Penyaluran Rastra

MATARAM – Sejak tanggal 23 Februari 2017, Kota Mataram bersama dengan 44 daerah dari seluruh Indonesia menjadi daerah pilot project untuk melaksanakan pembagian rastra (beras sejahtera), atau yang sebelumnya disebut dengan istilah raskin (beras miskin). Namun dari evaluasi yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram, masih ditemukan berbagai persoalan yang harus segera diatasi untuk dapat menyalurkan rastra secara tepat sasaran dan tepat kualitas. Karena itu pada Kamis (27/07/17), Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana didampingi Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengumpulkan seluruh camat dan lurah se-Kota Mataram di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram untuk melakukan evaluasi lanjutan menyikapi hasil evaluasi Dinas Sosial Kota Mataram.

Disebutkan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Mataram HL. Indra Bangsawan pada pertemuan yang dihadiri pula oleh pihak Bulog, TKSK, dan BRI selaku bank penyedia layanan, kekeliruan yang menyebabkan rastra belum dapat disalurkan secara maksimal adalah terkait dengan kartu kombo yang digunakan sebagai syarat penerimaan rastra. Dari total penerima rastra sejumlah 25.680 KK yang terdiri dari 10.230 KK penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan 15.450 KK Non PKH, masih ada 9.207 KK Non PKH yang kartunya bermasalah. Kesalahan nama penerima, alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), saldo kartu nol rupiah, serta masih adanya laporan terkait kualitas beras yang kurang baik. “Kami berharap bantuan camat, lurah, dan kepala lingkungan supaya program yang belum setahun diluncurkan ini bisa dilaksanakan secara maksimal”, ucapnya.

Menanggapi permasalahan yang terjadi, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menekankan pentingnya semua pihak yang terlibat dalam program nasional ini untuk dapat berdialog secara terbuka demi menemukan solusi terbaik atas permasalahan yang terjadi. Kekurangan-kekurangan yang ada harus segera dituntaskan agar rastra segera dapat disalurkan dengan semestinya dan tidak tertunda-tunda. Dalam hal ini bila ada kesalahan nama penerima, alamat, NIK, lurah setempat bisa menengahi dengan memberikan surat keterangan. “Andaikata nama ada sedikit perbedaan, tapi Pak Lurah paham bahwa yang bersangkutan memang orang dimaksud, Pak Lurah bisa memberikan surat keterangan supaya bisa cepat dilakukan distribusi. Harus cepat diselesaikan”, tekannya.

 Pemerintah Kota mataram lanjut Mohan, akan tetap mengawal pelaksanaan penyaluran rastra dan memastikan bahwa masyarakat yang berhak atas bantuan yang setiap bulan bernilai Rp.110.000,- untuk menerima 10 kilogram beras dan dua kilogram beras tesebut dapat segera terlayani. Demikian juga dengan kualitas beras dan gula yang harus terjamin berada dalam kualitas standar konsumsi. Untuk distribusi kartu kombo yang masih bermasalah, Mohan memberikan target sampai dengan tanggal 31 Juli 2017 untuk penyelesaiannya agar mulai bulan Agustus 2017 rastra dapat kembali disalurkan tanpa masalah. “Kita sama-sama saling mendukung lintas institusi yang terlibat dalam program nasional ini. Targetnya di minggu pertama bulan Agustus nanti semua sudah bisa dicairkan”, tandasnya. (ufi/nyem-humas)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramWebsite Pengaduan Online RakyatPot n Plot Smart CitySSH Kota Mataram Tahun 2018Kota Mataram Dalam Data Tahun 2017Kecamatan Cakranegara Dalam DataKecamatan Ampenan Dalam DataKecamatan Mataram Dalam DataKecamatan Sandubaya Dalam DataKecamatan Sekarbela Dalam DataKecamatan Selaparang Dalam DataWebsite jdih Kota MataramBanner MNEK 2018

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat