Rakor Percepatan Penanganan Pasca Gempa di Kota Mataram
04 September 2018 59 View

Rakor Percepatan Penanganan Pasca Gempa di Kota Mataram

 

MATARAM – Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana didampingi Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito dan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawan memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi di Kota Mataram yang mengagendakan evaluasi terkait keseluruhan proses yang sudah dan akan dilakukan dalam tahapan-tahapan penanganan. Rapat koordinasi digelar di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram pada Selasa (04/09/18), dihadiri jajaran pimpinan OPD terkait lingkup Kota Mataram, camat, dan lurah, khususnya yang warganya terdampak parah akibat rentetan gempa bumi dan gempa susulan yang melanda Pulau Lombok dalam satu bulan belakangan serta membawa dampak cukup berat di Kota Mataram.

          Dilaporkan oleh Asisten I Setda Kota mataram Lalu Martawang, seluruh proses tanggap darurat telah berakhir pada tanggal 26 Agustus 2018 dan sudah diperpanjang sampai tanggal 26 Februari 2019 untuk proses pemulihan. Untuk dana stimulan bagi warga Kota Mataram yang rumahnya terdampak, sampai saat ini telah ditransfer untuk 122 unit rumah yang pemiliknya siap membangun kembali rumahnya. Dalam rapat yang diikutinya bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Martawang mengatakan bahwa harus segera dibentuk tim transisi yang khusus di Kota Mataram diusulkan pula pokja khusus untuk menangani masalah recovery sosial atau dalam hal ini pemulihan ekonomi. “Harus ada di Kota Mataram, sebab kalau tidak akan berdampak ke daerah lain”, lapornya.

          Ancaman kedepan yang dikhawatirkan dapat terjadi lanjut Martawang, adalah ancaman kesakitan massal, atau yang terkait kondisi kesehatan pengungsi. Mengingat saat ini pengungsi mulai terkena penyakit seperti Demam Berdarah, Malaria, Diare, dan lain sebagainya. Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengakui bila warga pengungsi di Kota Mataram berada dalam ancaman kesakitan massal. Bukan saja secara fisik, melainkan juga secara psikis sehingga sampai saat ini banyak warga tetap memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian yang rentan oleh jangkitan penyakit daripada kembali ke rumah masing-masing. “Memang sulit untuk mengajak masyarakat kembali kerumah. Jadi biar nanti alam yang sudah membawa mereka keluar, alam juga yang akan membawa masuk kembali kerumah”, ucapnya.

          Namun demikian dilanjutkan Mohan, setelah semua masalah-masalah spesifik tertangani dan pembersihan di area yang terdampak juga telah dilakukan, warga yang masih tinggal di titik-titik kumpul diharapkan untuk meninggalkan titik kumpul, masuk ke dalam kampung, atau bila memungkinkan kembali ke lahan masing-masing. Dengan demikian lambat laun warga akan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala, roda ekonomi dapat kembali bergerak, karena secara psikologis akan lebih nyaman bila warga berada di rumah sendiri. “Saat ini masyarakat menggantungkan diri pada pemerintah, jadi apa yang menjadi amanah harus segera diselesaikan. Tolong yang dibicarakan hari ini segera di follow up oleh OPD terkait”, tegasnya. (ufi/nyem-humas)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramWebsite Pengaduan Online RakyatPot n Plot Smart CityWebsite jdih Kota MataramKecamatan Cakranegara Dalam Data 2018.pdfKecamatan Mataram Dalam Data 2018.pdfKecamatan Sandubaya Dalam Data 2018.pdfKecamatan Sandubaya Dalam Data 2018.pdfKecamatan Selaparang Dalam Data 2018.pdf111111111

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat