Walikota Resmikan 23 Lapak Baru PKL
17 Januari 2013 816 View

Walikota Resmikan 23 Lapak Baru PKL

Pemkot Mataram menunjukkan keseriusannya memberikan perhatian terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan. Salah satunya bentuknya dengan membangun lapak baru bagi pedagang kaki lima (PKL). Minggu (6/1), Walikota Mataram H Ahyar Abduh meresmikan 23 unit lapak baru PKL di Jalan Tambora. Dalam kesempatan itu, Walikota juga mencanangkan relokasi lapak lama PKL yang berada di sekitar kampus lama Universitas Mataram (Unram) di Jalan Pemuda Mataram.
Walikota Mataram H Ahyar Abduh dalam sambutannya mengatakan, Pemkot Mataram memberikan prioritas terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan. Terhadap keberadaan PKL, dikatakan Walikota, pihaknya tidak asal mengusur sembarangan. Melainkan dilakukan relokasi ke lokasi lain yang juga telah disiapkan. Berkat upaya itu, Walikota Mataram masuk dalam daftar 15 Walikota se-Indonesia yang memiliki kebijakan dalam penataan PKL tanpa memunculkan gejolak.
’’Dalam penataan PKL dan merelokasinya tidak terjadi gejolak karena PKL yang ada tidak digusur sembarangan melainkan di relokasi ke lokasi yang sudah disiapkan,’’ kata Walikota.
Untuk penataan dan relokasi yang dilakukan kali ini, Pemkot Mataram berkoordinasi dengan Unram dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Mataram. Sebelumnya, kata Walikota, kerjasama dengan Unram telah dilakukan melalui kegiatan restorasi sungai dan penggembangan ekonomi kerakyatan di Kota Mataram. Walikota berharap, dengan penataan ini maka PKL yang ada bisa tertata lebih bersih dan rapi. Sebab, infrastruktur yang telah dibangun Pemkot Mataram menjadi tidak ada artinya tanpa didukung investasi non material berupa kebersihan dan keamanan. ’’PKL tidak dilarang berjualan asalkan harus bersih dan tertata apik,’’ pesan Walikota.
Untuk tahun 2013, kata Walikota, direncanakan sebanyak 50 lapak akan kembali dibangun. Ia menginginkan, lokasi PKL yang berada di depan makam Loang Baloq bisa tersentuh penataan di tahun ini. ’’Semoga lapak yang baru ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di Kota Mataram,’’ harapnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor Unram diwakili Pembantu Rektor I Prof Lalu Wirasapta Karyadi mengakui, keputusan merelokasi pedagang di sekitar kampus lama Unram di Jalan Pemuda dilakukan agar kawasan sekitar Unram sebagai wilayah penggembangan pendidikan terlihat lebih bersih dan tertata apik. ’’Kawasan penggembangan pendidikan bukan hanya tempat kuliah tapi perguruan tinggi ini harus menjadi kawasan contoh oleh lingkungan masyarakat sekitar,’’ terangnya.

Karena di sisi lain, keberadaan PKL diakui Wirasapta, sangat dibutuhkan para mahasiswa. Sehingga dengan penataan ini keberadaan PKL akan lebih serasi dengan lingkungan kampus. Diharapkan Wirasapta, pola pengelolaan PKL yang berada di antara kampus IAIN Mataram dan Unram lama ini bisa menjadi model penataan PKL di Kota Mataram. ’’PKL tidak lagi dipandang sebagai masyarakat pinggiran karena mereka adalah pelaku dari ekonomi masyarakat di Kota Mataram yang harus dikembangkan,’’ ujarnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Pedagangan Kota Mataram Wartan SH MH, untuk tahun ini pihaknya masih menunggu kepastian lahan untuk membangun lapak PKL serta adanya permintaan dari masyarakat. Untuk rencana pembangunan lapak PKL di depan makam Loang Baloq, menurut Wartan bisa direalisasikan dalam tahun ini. (rin/yudi foto humas)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Spanduk Ramadhan 1440 HSSH 2019

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat