Mataram Uji Coba Pengurangan Risiko Bencana Terpadu
26 Agustus 2013 1,095 View

Mataram Uji Coba Pengurangan Risiko Bencana Terpadu

Pemerintah Kota Mataram menjadi salah satu lokasi uji coba program pengurangan risiko bencana terpadu berbasis masyarakat (Pertama) di wilayah pesisir, dengan menggunakan sistem Unit Pengelolaan Sampah (UPS) dengan pertimbangan sampah merupakan salah satu sumberpenyebba bencana, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mataram dan American Red Cross . Demikian di lontarkan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana usai mengikuti ekspose program yang disampaikan oleh perwakilan Program Coordinator Indonesia Recovery Program  American Red Cross, Dino Argianto di ruang kenari kantor Walikota Mataram, Senin (26/8).

                Dalam ekspose pembahasan tindak lanjut program tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. Efendi Eko Saswito, PMI Provinsi H. Mahfud, Kepala Dinas PU, Dinas Kebersihan,  Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram serta jajaran SKPD terkait di lingkup Pemerintah Kota Mataram.

                Sebagai bentuk keseriusan terhadap komitmen realisasi program tersebut, pada tanggal 17 September 2013 mendatang akan ditandatangani MoU antara Ketua PMI Kota Mataram dengan Pemerintah Kota Mataram yang dirangkaikan dengan kegiatan Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkpoksi) sehingga disaksikan sekitar 225 kepala daerah se Indonesia yang akan menghadiri acara tersebut. “Bahkan Pemkot Mataram telah menyiapkan lahan untuk membangun UPS sekitar lima are di kawan Jempong Baru,” katanya.

                Dikatakan Wakil  Walikota, program kerjasama UPS adalah program yang lebih sistematis, karena jika melihat program yang dipaparkan terkait dengan pengelolaan sampah,  Pemkot Mataram telah melakukan beberapa rintisan program diantaranya program Llisan (lingkungan menuju sampah nihil),  dan Bank Sampah.

                Ia berharap dengan adanya UPS ini nantinya dapat berdampak pada pengurangan sampah yang di buang ke Tempat Pembungan Akhir (TPA), yang saat ini dari volume sampah mencapai  sekitar 1.250 meter kubik per hari, hanya mampu terangkut sekitar 800 meter kubik perhari. “Melalui program ini, minimal sampah organik dan anorganik yang diangkut ke TPA bisa berkurang,” katanya.

                Disisi lain,   Pemkot Matarm telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar lokasi UPS sebagai bentuk antisipasi timbulnya dampak sosial di kawasan tersebut. Bahkan warga setempat juga akan diberdayakan untuk menjadi SDM pengelolaan UPS nantinya.. “Kita ingin program ini menjadi program dari masyarakat untuk masyarakat,” katanya.

                Sementaran, perwakilan Program Coordinattor Indonesia Recovery Program  American Red Cross, Dino Argianto menyampaikan selain program UPS pihaknya juga akan melaksanakan kampaye Green and Clean di Kota Mataram yang direncanakan berlangsung bulan Oktober 2013 mendatang.

                Dijelaskannya, dalam konsepnya UPS bukan TPA maupun TPS, melainkan sistem pengelolaan sampah organik menjadi komposter dan daur ulang, selain itu dapat berfungsi seagai pusat pendidikan dan pelatihan pengelolaan dan daur ulang sampah, serta menjadi salah satu tambahan unit usaha yakni pemasaran komposter di kebun bibit UPS.  (nir/nyem foto humas)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramWebsite Pengaduan Online RakyatPot n Plot Smart CitySSH Kota Mataram Tahun 2018Kota Mataram Dalam Data Tahun 2017Kecamatan Cakranegara Dalam DataKecamatan Ampenan Dalam DataKecamatan Mataram Dalam DataKecamatan Sandubaya Dalam DataKecamatan Sekarbela Dalam DataKecamatan Selaparang Dalam DataWebsite jdih Kota MataramBanner TEST MNEK 2018Desain Banner HUT RI 73Desain Banner HUT Kota 25

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat