Pembentukan Lembaga Krama Adat Disosialisasikan
21 November 2013 856 View

Pembentukan Lembaga Krama Adat Disosialisasikan

Kota Mataram sebagai wilayah yang memiliki penduduk multi etnis memiliki peluang untuk menciptakan citra kota multikultur yang didapat dalam kearifan budaya lokal. Sampai saat ini beragam kultur yang ada di Kota Mataram senantiasa hidup berdampingan dengan aman, damai, dan harmonis. Peluang timbulnya gesekan yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Mataram tetap harus diwaspadai. Di sinilah pentingnya keberadaan lembaga krama adat sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam membantu menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat Kota Mataram.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Mataram Syaiful Mukmin membacakan sambutan Walikota Mataram saat membuka sosialisasi pembentukan lembaga karma adat Kota Mataram, di aula BPM, Kamis (21/11). Sosialisasi diikuti perwakilan sembilan kelurahan, dengan narasumber tokoh agama serta tokoh adat.

‘’Keberadaan hukum adat di samping hukum positif yang berlaku secara nasional juga tidak bisa kita kesampingkan begitu saja,’’ ujar Syaiful.

Sebagai salah satu unsur pembentuk hukum nasional, hukum adat merupakan solusi penyelesaian masalah secara adat yang lebih mudah dan sederhana. Karena itu, peran lembaga krama adat dalam membantu penyelesaian permasalahan yang ada di masyarakat melalui penegakan hukum adat menjadi sangat diperlukan. Lembaga krama adat diharapkan bisa membantu Pemerintah Kota Mataram melalui penegakan awig-awig yang berlaku di wilayah masing-masing sehingga suasana yang harmonis bisa terus terjaga.

Selain itu, lembaga krama adat juga berperan menjaga nilai-nilai budaya yang ada di wilayah Kota Mataram agar tidak ditelan perkembangan jaman. ’’Nilai-nilai kearifan budaya lokal ini hendaknya dijadikan sebagai acuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sehingga Insya Allah, Kota Mataram yang Maju, Religius, dan Berbudaya dapat terwujud seutuhnya,’’ terang Syaiful.

               Ditambahkan Syaiful, ditahun 2011 lalu pihaknya telah melatih tujuh lembaga krama adat Kota Mataram. Bantuan dana juga diberikan kepada lembaga krama adat. Tahun 2012, sosialisasi dilakukan dengan mengikutsertakan 40 lembaga krama adat. Hingga saat ini, telah terbentuk 55 lembaga krama adat dan telah diberikan pelatihan. ‘’Di semua kelurahan, lembaga krama adat sudah terbentuk,’’ ujarnya. (rin/odink foto humas)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat