Gerakan Pengembangan Penguatan Kedelai: Kota Mataram Lampaui Rata-rata Nasional
30 September 2014 877 View

Gerakan Pengembangan Penguatan Kedelai: Kota Mataram Lampaui Rata-rata Nasional

Hasil panen komoditas kedelai di Kota Mataram yang saat ini telah mencapai minimal 2,2 ton/hektar diakui telah melebihi rata-rata nasional yang masih berada pada angka 1,4 ton/hektar. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Budidaya Akabi (Aneka Kacang dan Umbi) Kementerian Pertanian Dr. Ir. Maman Suherman di hadapan para petani kedelai Kota Mataram pada saat pelaksanaan temu lapangan terkait dengan agenda Gerakan Penguatan Pengembangan Kedelai Tahun 2014 Kota Mataram di areal kebun kedelai kelompok tani Karya Makmur Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang pada Selasa (30/09).

Selain mengakui hasil panen petani kedelai Kota Mataram secara kuantitas, pada pertemuan yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat Ir. H. Husni Fahmi, Kepala Sekretariat Bakorluh NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, beserta segenap jajaran pemerintahan Kota Mataram ini, Maman juga mengakui kualitas kedelai yang menurutnya sudah sangat baik. Hasil panen semacam ini menurut Maman akan dapat memotivasi para petani kedelai lain di Indonesia yang belum memiliki produktivitas cukup baik. "Kualitas kedelai ini lebih bagus daripada kedelai impor", ungkap Maman sambil mengamati butir-butir kedelai yang tengah dipegangnya.

Meski demikian lanjut Maman, masih ada beberapa hal yang semestinya dilakukan secara lebih baik lagi oleh petani kedelai terutama pada pengolahan pasca panen dan pemasaran yang terkoordinir agar harga jual dapat ditingkatkan demi kesejahteraan para petani kedelai. Disamping itu tantangan yang dihadapi saat ini adalah terkait dengan makin bertumbuhnya jumlah penduduk yang berbanding lurus dengan kebutuhan pangan. Sehingga para petani harus berkompetisi untuk memanfaatkan lahan yang ada semaksimal mungkin. Namun di sisi lain, alih fungsi lahan pertanian yang kian hari kian mempersempit keberadaan lahan pertanian juga dianggap Maman menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian khusus.

Menanggapi permasalahan lahan yang dikemukakan Maman, dalam sambutannya Walikota Mataram H. Ahyar Abduh menyatakan akan segera menindak lanjuti dengan membuat sebuah regulasi untuk mempertahankan keberadaan lahan pertanian berkelanjutan. Regulasi tersebut yang akan mengatur mengenai alih fungsi lahan, dan akan menyelamatkan lahan pertanian di Kota Mataram agar tidak habis di alih fungsikan menjadi wilayah pemukiman.

Mengenai keberhasilan para petani kedelai Kota Mataram yang telah mendapat pengakuan sebagai salah satu yang terbaik dalam hal kualitas dan kuantitas hasil panennya ini, Walikota mengungkapkan kebanggaannya dan berjanji pada tahun 2015 nanti akan lebih meningkatkan lagi pembangunan di bidang pertanian. "Menurut ajaran agama, petani itu justru hidupnya lebih bersih daripada pejabat-pejabat", tutur Walikota disambut tepuk tangan dan senyum lebar para anggota kelompok tani yang hadir dalam pertemuan.

Pada kesempatan dialog, seorang petani kedelai yang merupakan anggota salah satu kelompok tani di Kota Mataram sempat mengeluhkan mengenai kendala yang dihadapi para petani kedelai Kota Mataram. Salah satunya mengenai kelangkaan air terutama di musim kering seperti yang terjadi saat ini, dan juga diakibatkan oleh keberadaan kolam-kolam budidaya ikan air tawar yang ditengarai telah mengurangi jatah air untuk petani dari saluran irigasi. Keluhan para petani ini langsung mendapat tanggapan dari Walikota yang akan menindak lanjuti dengan pemberian bantuan pengadaan sumur bor sesuai permintaan petani melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Mataram selaku dinas teknis. (ufi/odink)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat