GOW Mataram Sosialisasikan UU Perkawinan dan Pencegahan Penularan HIV/Aids
18 Desember 2014 749 View

GOW Mataram Sosialisasikan UU Perkawinan dan Pencegahan Penularan HIV/Aids

Masih dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-86 Kota Mataram, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram menggelar Sosialisasi Penularan HIV/ AIDS dari Ibu ke Anak dan UU no.1 tahun 1974 tentang Perkawinan dalam hal ini harta bersama atau harta gono-gini. Sosialisasi dilaksanakan pada Kamis (18/12) di Aula Lantai 3 Kantor Walikota Mataram dengan menghadirkan dua orang narasumber; NL KD Dewi Sangrawati, SpA dari tim PPIA RSUD Mataram dan H. Nahison Dasa Brata, Sh. M.Hum yang merupakan Wakil Ketua Pengadilan Agama Mataram.

Di hadapan peserta sosialisasi yang merupakan para ketua organisasi anggota GOW Kota Mataram beserta jajarannya dan perwakilan Posyandu se-Kota Mataram, Ketua GOW Kota Mataram Kinnastri Roliskana mengungkapkan alasan dipilihnya dua topik mengenai penularan HIV/AIDS pada anak serta harta gono-gini yang menurutnya sangat penting untuk diketahui dan disebarluaskan oleh peserta kepada orang-orang lain disekitarnya. Karena angka penularan HIV/AIDS dari orangtua ke anak di Kota Mataram yang cukup tinggi dan dianggapnya sudah berada pada tahap memprihatinkan. "Kami juga ingin memberi gambaran mengenai hak-hak perempuan dalam Undang-Undang Perkawinan, khususnya tentang harta gono-gini", jelas istri dari Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana ini.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh sesepuh GOW yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Mataram Hj. Suryani Abduh. Dalam sambutannya sesaat sebelum membuka kegiatan, Hj. Suryani mengakui bahwa kedua topik yang menjadi materi sosialisasi sangat menarik dan harus diketahui oleh kaum perempuan dan kaum ibu di Kota Mataram. Menurutnya, semua pihak harus ikut mengambil bagian dan peran bersama Pemerintah untuk mempercepat tujuan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Mataram. "Komitmen dan sinergi perlu dibangun oleh semua pihak, termasuk keterlibatan kaum perempuan", ujarnya.

Sementara mengenai topik harta gono-gini, istri Walikota Mataram H. Ahyar Abduh ini juga mengakui bahwa dalam permasalahan keluarga atau rumah tangga yang tidak dapat dipertahankan karena berbagai sebab dan alasan, salah satu implikasinya adalah peliknya pembagian harta gono-gini antara suami-istri yang berpisah. Persoalan ini seringkali tidak tuntas melalui kesepakatan semata dan lebih banyak berdampak merugikan bagi pihak perempuan atau ibu, yang pada akhirnya akan berdampak pula pada kelangsungan hidup serta masa depan anak. "Ini juga perlu mendapat perhatian selain mengenai penularan HIV/AIDS pada anak".

Dari data yang dimiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mataram, sampai dengan bulan November 2014, kasus HIV/AIDS di Kota Mataram tercatat penderita HIV sebanyak 150 orang dan yang telah memasuki tahap selanjutnya yaitu AIDS sebanyak 140 orang. Diantaranya adalah 16 orang ibu yang menderita HIV serta 14 orang ibu menderita AIDS. Tercatat pula penularan dari ibu penderita HIV/AIDS pada anak yang baru dilahirkan dengan dua orang bayi baru lahir menderita HIV serta sembilan bayi dinyatakan positif AIDS.  Sementara UU Perkawinan No 1 tahun 1974 disampaikan oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama H. Nahison Dasa Brata SH MHum yang memaparkan tentang harta bersama termasuk konsekuensi atau akibat hukum perceraian terhadap harta bersama. (ufi/odink)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramWebsite Pengaduan Online RakyatPot n Plot Smart CitySSH Kota Mataram Tahun 2018Kota Mataram Dalam Data Tahun 2017Kecamatan Cakranegara Dalam DataKecamatan Ampenan Dalam DataKecamatan Mataram Dalam DataKecamatan Sandubaya Dalam DataKecamatan Sekarbela Dalam DataKecamatan Selaparang Dalam DataWebsite jdih Kota MataramBanner MNEK 2018

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat