Penandatanganan Nota Perdamaian Monjok - Taliwang
08 Maret 2016 964 View

Penandatanganan Nota Perdamaian Monjok - Taliwang

Mataram - Konflik antara warga dua lingkungan, yaitu Lingkungan Monjok Kebon dan Lingkungan Karang Taliwang telah diakhiri dengan penyerahan senjata rakitan milik warga kedua lingkungan yang bertikai berturut-turut pada Kamis petang tanggal 3 Maret 2016 oleh warga Lingkungan Monjok Kebon dan pada hari berikutnya, Jumat 4 Maret 2016 oleh warga Lingkungan Karang Taliwang. Demi menjaga agar perdamaian di kedua wilayah bertetangga tersebut dapat terjalin secara permanen, Senin (07/03/16) Pemerintah Kota Mataram mengundang semua pihak terkait dalam penandatanganan Surat Nota Perdamaian Bersama. Penandatanganan dilaksanakan di Pendopo Walikota Mataram, dihadapan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan segenap pihak yang hadir.         

Tampak hadir ditempat acara Ketua Dewan Kota Mataram H. Didi Sumardi, Sesepuh sekaligus Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) Kota Mataram H.L. Mujitahid, dan Sekretaris Daerah Kota Mataram H.L. Makmur Said beserta jajaran SKPD terkait. Turut hadir pula sekaligus bertandatangan sebagai saksi pada Nota Perdamaian bersama ini Kapolresta Mataram AKBP Heri Prihanto, Komandan KODIM 1606 Letkol. Inf. Ardiansyah, Kapolsekta dan Danramil setempat, serta para Camat kedua wilayah yang terlibat konflik. Sementara warga kedua wilayah masing-masing diwakili oleh 15 orang terdiri dari lima orang tokoh agama, lima orang tokoh masyarakat, dan lima orang tokoh pemuda untuk bertandatangan di Nota Perdamaian.         

Sebelum Nota Perdamaian ditandatangani, dalam laporannya Ketua Satgas Rekonsiliasi Penyelesaian Konflik yang juga menjabat sebagai Asisten I Bidang Tata Praja Setda Kota Mataram L. Indra Bangsawan menjelaskan mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh tim yang dipimpinnya dalam upaya meredam konflik di kedua wilayah yang bertetangga tersebut. Diantaranya menjalin koordinasi dengan aparat keamanan, melakukan sosialisasi, dan patroli terpadu di masing-masing wilayah agar masyarakat setempat tidak lagi mudah terprovokasi. Selanjutnya Satgas yang dipimpinnya juga melakukan perbaikan sarana publik, dan membuka dialog untuk mendengar harapan dan keinginan warga dikedua lingkungan. Serangkaian dialog tersebut berujung pada kesiapan masyarakat kedua lingkungan yang bertikai untuk berdamai dan menyerahkan senjata di Posko Terpadu dengan disaksikan aparat keamanan. “hari ini kedua belah pihak telah siap lahir batin dan ikhlas, semoga konflik sosial dapat diakhiri secara permanen”, terangnya.         

Sementara dalam sambutan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, secara pribadi sekaligus mewakili Pemerintah Kota Mataram, Walikota menyatakan penghormatan setinggi-tingginya atas kesadaran dan ketulusan warga kedua lingkungan untuk menghentikan semua yang telah terjadi. Pernyataan sikap dan tekad warga kedua lingkungan untuk menghentikan konflik melalui penandatanganan Nota Perdamaian ini diharapkan Walikota akan menjadi awal baru bagi warga kedua lingkungan yang bersebelahan ini untuk dapat bersama-sama menjaga semangat kebersamaan dan hidup berdampingan secara damai. Sejak dirinya dilantik pada tanggal 17 Februari 2016, dirinya memang menganggap penyelesaian konflik yang dikenal sebagai kasus MONTA telah menjadi prioritas pertama dan utama untuk segera ditangani.         

Kedepan lanjut Walikota, Pemerintah Kota Mataram masih akan melanjutkan upaya rekonsiliasi dengan memberikan pembinaan-pembinaan pasca konflik agar tidak terjadi lagi kejadian yang disebutnya sebagai musibah bersama ini. Melalui Tim Terpadu, Pemerintah Kota Mataram akan merumuskan program-program yang dapat diterapkan bagi warga kedua lingkungan. Diantaranya dengan melebarkan Jalan Tohpati yang melewati dua lingkungan sehingga memiliki akses jalan yang lebih baik, dengan catatan tidak ada penggusuran. “Kalau ada yang terpaksa lahannya terpakai, yang diberikan bukan ganti rugi. Tapi ganti untung”, ucapnya tersenyum.         

Dalam Nota Perdamaian Bersama yang ditandatangani oleh semua pihak terkait, termuat 13 pasal yang mengatur berbagai hal terkait kesepakatan kedua belah pihak untuk saling menjaga suasana aman, tertib, rukun, damai, dan harmonis sebagai saudara terdekat antar lingkungan. Serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan keresahan, ketakutan, kebencian, kecemasan, dan kerugian bagi masyarakat kedua lingkungan maupun masyarakat luas pada umumnya. Apabila di kemudian hari terjadi permasalahan baik itu permasalahan antar pribadi maupun kelompok atau golongan, akan segera diselesaikan langsung melalui musyawarah melibatkan orangtua dan tokoh-tokoh setempat dipimpin oleh Kepala Lingkungan, atau lebih lanjut lagi sampai dengan tingkat kelurahan. Namun bila musyawarah belum dapat menyelesaikan masalah, turut disepakati pula untuk menyerahkan permasalahan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. (ufi/nyem-humas)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramWebsite Pengaduan Online RakyatPot n Plot Smart CitySSH Kota Mataram Tahun 2018Kota Mataram Dalam Data Tahun 2017Kecamatan Cakranegara Dalam DataKecamatan Ampenan Dalam DataKecamatan Mataram Dalam DataKecamatan Sandubaya Dalam DataKecamatan Sekarbela Dalam DataKecamatan Selaparang Dalam DataWebsite jdih Kota MataramBanner MNEK 2018

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat

Statistik Pengunjung

Hari Ini : 2,357 Visit
Kemarin : 2,716 Visit
Bulan Ini : 72,361 Visit
Tahun Ini : 379,681 Visit
Total : 962,540 Visit
Detail Statistik