Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2016 Kota Mataram
25 Juli 2016 1,065 View

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2016 Kota Mataram

MATARAM - Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2016 Kota Mataram yang digelar pada Sabtu (23/07/16) di Lapangan Umum Kota Mataram berlangsung meriah. Lebih dari 5.000 anak baik dari Kota Mataram maupun para duta anak dari seluruh Indonesia terlibat dalam gelaran peringatan HAN yang untuk pertama kalinya digelar diluar istana negara ini. Hadir dalam kegiatan berskala nasional ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Turut hadir pula Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Zainul Majdi, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, dan sejumlah tamu undangan.

Mengusung tema “Akhiri Kekerasan Terhadap Anak”, agenda HAN 2016 diawali dengan kegiatan Forum Anak Nasional (FAN) 2016 selama tiga hari yang dipusatkan di Hotel Lombok Raya Mataram. Para duta anak dari seluruh Indonesia peserta FAN 2016 tersebut kemudian ikut merayakan Puncak HAN 2016 bersama anak-anak Kota Mataram yang memenuhi Lapangan Umum Kota Mataram, dan bersama-sama membuka serta mengangkat payung merah-putih yang merupakan simbol gerakan perlindungan bagi anak Indonesia. Seperti yang dikatakan Menko PMK Puan Maharani dalam sambutannya. “Payung bukan sekedar melindungi dari panas, namun juga simbol bahwa kita semua bersama-sama melindungi anak-anak Indonesia”, tuturnya.

Puan juga mengatakan bahwa Peringatan Hari Anak ini diharapkannya bukan hanya acara seremonial semata. Karena semua pihak memiliki kewajiban yang sama untuk melindungi anak Indonesia. Saat ini lanjutnya, ada 87 juta anak Indonesia yang banyak diantaranya adalah anak-anak kurang beruntung. Seperti anak-anak kurang mampu, anak yatim, anak jalanan, dan lainnya, yang memerlukan perhatian semua pihak.

Sementara diakui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, masih banyak kasus kekerasan terhadap anak dan kasus-kasus pernikahan usia dini yang harus menjadi perhatian pemerintah. Peringatan HAN 2016 ini dikatakannya menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya kepada orangtua, masyarakat serta kepada bangsa dan negara. Sekaligus juga menjadi momentum yang sangat penting untuk membangkitkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia agar melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya untuk menghargai, serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak. “Semua anak adalah anak kita”, diingatkan wanita kelahiran Merauke ini.

Penyelenggaraan Puncak Peringatan HAN 2016 yang baru pertama kali diadakan diluar istana dan dipercayakan untuk digelar di Kota Mataram menurut Gubernur NTB H. Zainul Majdi merupakan sebuah kehormatan. Memaknai HAN, Gubernur mengaitkan bahwa dalam pandangan Islam anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dipastikan bertumbuh kembang dengan baik menjadi manusia dewasa yang dapat berkontribusi pada masyarakat, bangsa, dan negara. “Kami memberikan apresiasi dan dukungan kepada Pemerintah Pusat yang telah mengeluarkan produk-produk hukum untuk melindungi anak-anak”, ujarnya.

Pada peringatan HAN 2016, disepakati pula sebuah deklarasi Kesepakatan Bersama tentang percepatan penurunan perkawinan anak oleh 19 Bupati dan Walikota se-Indonesia. Diantara Bupati dan Walikota yang hadir ataupun diwakili tersebut adalah; Bupati tangerang, Bupati Lumajang, Bupati Tapin, Bupati Lombok Barat, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah, Walikota Medan, Walikota Mataram, Wakil Bupati Serang, Wakil Bupati Lebak, Wakil Bupati Wonosobo, Wakil Bupati Probolinggo, Wakil Bupati Bondowoso, Wakil Bupati Sumenep, Wakil Bupati Gunung Mas, Wakil Bupati Tanah Tumbu, Wakil Bupati Berau, dan Wakil Walikota Palu. (ufi/nyem-humas)

Agenda Kegiatan

Banner Link

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat