Kelurahan Dasan Cermen

Data & Profil Wilayah/Kelurahan



Profil Kelurahan


Gambaran Umum

Kelurahan Dasan Cermen merupakan salah satu kelurahan yang relatif tua di antara kelurahan yang ada di Kota Mataram. Kelurahan Dasan Cermen sudah ada sejak tahun 1907 yang pada waktu itu bernama Perbekel yang dipimpin oleh Amaq Lumar kemudian pada tahun 1924 berubah menjadi Desa dengan kepala desanya bernama Amaq Mustafa.

Seiring dengan perkembangan sistem pemerintahan, Kelurahan Dasan Cermen semula merupakan desa yang berada di Wilayah Kecamatan Sandubaya yang merupakan bagian dari Kecamatan Cakranegara, Setelah Kota Madya Mataram pada tahun 1993 berubah status dari Desa menjadi Kelurahan. Selanjutnya dengan berubahnya Kota Madya Mataram menjadi Kota Mataram sesuai dengan Undang-Undang Nomor : 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, Kelurahan Dasan Cermen lebih menampakkan eksistensinya dan bersamaan dengan itu ditetapkan Perda Nomor 17 Tahun 2000 dan juga Keputusan Walikota Mataram No. 20/KPTS/2001 Tanggal 3 Juni 2001 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Kecamatan dan Kelurahan se Kota Mataram, yang menguatkan posisi dan jati diri Kelurahan Dasan Cermen sebagai salah satu kelurahan yang ada di Kota Mataram. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan peraturan yang sekarang kita mengacu pada Undang-undang nomor 32 Thun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah nomor 73 tahun 2005 tentang Pemerintahan Kelurahan dan Peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemekaran Kecamtan dan Kelurahan maka Kelurahan Dasan Cermen membawahi 3 Lingkungan yaitu Lingkungan Dasan Cermen Utara, Dasan Cermen Barat, dan Dasan Cermen Selatan. Tahun 2011 dimekarkan lagi 2 lingkungan yaitu Lingkungan Dasan Cermen Timur dan Dasan Cermen Asri, sehingga Kelurahan Dasan Cermen menjadi 5 Lingkungan sampai dengan saat ini.

Kelurahan Dasan Cermen adalah Kelurahan yang tergolong tua dan mempunyai Luas Wilayah 158,047 Ha, dengan kepadatan penduduk rata-rata 2582  jiwa/km2 sehingga pada tahun 2007 Kelurahan Dasan Cermen dimekarkan menjadi 2(dua) kelurahan yaitu Kelurahan Dasan Cermen dan Kelurahan Abian Tubuh Baru. Berdasarkan hasil pendataan pada akhir tahun 2015 maka jumlah penduduk menjadi  4355 jiwa dan 1.408 KK.

Kelurahan Dasan Cermen yang telah berusia 108 tahun telah mengalami berbagai macam perubahan mulai dari zaman Pemerintahan Hindia Belanda sampai ke Pemerintahan Indonesia pergantian Pemimpin/Perbekel/Kepala Desa/Lurah secara periodik adalah sebagai berikut :

Periode 1907 – 1914  : Amaq Lumar (Ds. Cermen, Th. 1863)

Periode 1915 – 1923  : Amaq Senan (Abiantubuh, Th. 1855)

Periode 1924 – 1954  : Amaq Mustafa (Kr. Pande, Th. 1891)

Periode 1955 – 1965  : Muhari (Kr. Pande, th. 1936)

Periode 1966 – 1970 : Diahmat (Kr. Bata Selatan, Th. 1925)

Periode 1971 – 1973  : Soewadi (Jatim, Th. 1935 )

Periode 1974 – 1978  : Rapi’ i (Ds. Cermen, Th. 1939)

Periode 1979 – 1981  : Sohri  (Sekarbela, Th. 1936)

Periode 1982 – 1991  : H. M. Syamsuddin (Babakan, Th. 1938)

Periode 1991 – 1999  : Matni, BA (Gerung, Th. 1963)

Periode 2000 – 2001  : Mukhlisin, BA (Rensing, Th. 1966)

Periode 2001 – 2002  : Ahmad Junaidi, SH (Babakan, Th. 1961)

Periode 2002 – 2003  : Suchrawardi, SIP (lotim, Th. 1956)

Periode 2003 – 2005 : Irwan Rahadi, SSTP (Mataram, Th. 1977)

Periode 2005 – 2012 : Muhamad Erwan, SSTP (Mataram, Th. 1976)

Periode 2012 ­­– sekarang : Henny Suyasih,SSTP (Mataram, Th 1978)

 


Tupoksi


Struktur Organisasi


Visi Misi

VISI

Terwujudnya pemerintahan yang efektif, Aman, Sehat Sejahtera, Religius dan Mandiri

 

MISI

1. Meningkatkan sistem pelayanan terhadap masyarakat

2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan

3. Melestarikan dan melaksanakan Kamtibmas

4. Meningkatkan pembangunan fasilitas publik

5. Melaksanakan kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat

6. Meningkatkan pelayanan Posyandu

7. Meningkatkan upaya penanggulangan masalah sosial

8. Meningkatkan peran serta lembaga-lembaga sosial dan kemasyarakatan

9. Meningkatkan usaha ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan potensi daerah yang didukung oleh kemandirian masyarakat.

 


Program Kerja


Data Monografi


Potensi Wilayah