\TARI GANDRUNG

Tari gandrung bagi masyarakat sasak memuat berbagai makna, seperti ungkapan syukur, suka cita, harapan, sampai dengan kesakralan yang tercermin lewat berbagai sesaji sebelum pertunjukan. Tari gandrung merupakan simbolisasi tentang harmonisasi antara alam dan manusia dicoba untuk digambarkan oleh para penarinya. Ajaran untuk memanusiakan alam memang akrab bagi masyarakat sasak dilombok inilah yang mengiringi kehidupan sehingga membentuk kebudayaan sasak.

Menurut R. D iyah Larasati, makna simbolis lainnya tergambar dalam penepekan, yaitu gerak menyentuhkan kipas antara penari gandrung kepada salah satu penonton makna simbolis yang tersirat dalam bagian ini adalah penyatuan gerak dua dunia, yaitu penari and penonton dalam satu adegan dan arena yang dikenal dengan adegan pengibingan. Dari adegan pengibingan ini pula terkandung makna susila yang diwujudkan dengan rambun/tangkai sesumping. (sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram/Buku Ayo ke Mataram) 

 

TARI RUDAT

Kesenian tarian rudat dapat dijumpai hamper di setiap kelurahan. Kini sekolah-sekolah juga sudah menjadikan kesenian ini sebagai pengisi pelajaran tambahan. Penari rudat berjumlah 10 orang dengan beberapa orang yang memainkan musik sebagi pengiringnya. Pemain musik ini memiliki peran masing-masing dalam memainkan alat seperti seruling, tambur dan gendang serta satu orang lagi mengiringi dengan syair-syair khas tarian rudat ini. Lama pemainan tarian ini pun bervariasi, tapi biasanya dimainkan  selama kurang lebih 10 menit. Mulai dari pembukaan, shalawat atau dzikir dan penutup.

Kandungan syair-syair dalam lantunan pengiring rudat juga bernafaskan pujian dan dzikir menggunakan kebesaran allah SWT. Para penari rudat menggunakan konstum yang mirip dengan prajurit dari Negara turki zaman dulu. Mulai baju dari saten, menggunakan sabuk, memakai bapang(semacam pangkat), menggunakan tarbus (semacam kopiah) dan juga mnggunakan sorban di kepala.

Jika anda salah satu pencinta kesenian daerah kesenian rudak pantas untuk disaksikan di sela-sela kunjungan di kota mataram anda nantinya. Anda mempelajari gerakan-gerakannya maupun mempelajari sejarah dari kesenian ini. Dengan demikian, kunjungan anda ke kota mataram nantinya akan semakin berkesan untuk diingat dan di ceritakan kepada kerabat dan keluarga anda. (sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram/Buku Ayo ke Mataram) 

 

GENDANG BELEQ

Bagi masyarakat suku sasak bagitu mendengar tabuhan dan alunan irama Gendang Beleq, maka yang terasa adalah sebuah semangat, detak jantung terasa kencang serta bahsa tubuh yang ingin segera menari mengiri alunan tabuhannya. Yang terbuat dari pohon meranti, berbentuk bulat panjang yang dilubangi pada bagian tengahnya. Pada kedua sisinya dilapisi oleh kulit kambing, sapi ataupun kerbau yang kering.

Gendang ini jika ditabuh maka akan berbunyi dang atau dung, dan dari kata dang itulah akhirnya kata gendang ternamai dengan menambah imbuhan gen di depannya. Sementara itu, kata beleq sendiri diambil dari bahsa sasak yang berarti besar. Dengan demikian, gendang bleq berarti gendang besar karena gendang ini memiliki ukuran yang besar, berbeda dengan ukuran gendang-gendang yang berasal dari daerah lain.

SEJARAH

Musik gendang beleaq ini, dalam memainkan juga dilengkapi alat musik lain seperti oncer, seruling dan pencek. Kesan pertama jika anda mendengar alunan tabuhan gendang beleq ini yaitu akan serupa dengan musik dari bali. Sejarah mencatat bahwa pulau Lombok dahulunya pernah dikuasi kerajaan bali yaitu klungkung pada abad ke 17, dikuasi oleh kerajaan kerangsem pada abad ke 18 dalam  selang waktu yang tidak sebentar. Pengaruh kolonisasi Bali akhirnya berpengaruh pada musik gendang beleq. Namun seiring perubahan zaman yang mempengaruhi kultur dan adat masyarakat pulau Lombok, musik gendang beleq juga memahami perubahan.

Konon, musik gendang beleq pada zaman dulu digunakan sebagai musik penyemangat prajurit yang pergi atau telah pulang berperang, dan akhirnya musik gendang beleq dijadikan musik peperangan. Namun seiring berjalannya waktu sebagai musik yang mengiringi upacara-upacara adapt seperti Merariq (pernikahan), sunatan (khitanan), Ngurisang (potong rambut bayi) dan begawe beleq (upacara besar).

Tak jarang juga musik Gendang beleq saat ini dijadikan ajang hiburan seperti festifal, lomba-lomba ataupun acara ulang tahun kota maupun propinsi. Jika gendang beleq sudah ditabuh dan diiringi alat-alat musik pendukungnya dimainkan, penonton pun turut bersorak sorai menyambut, bahkan tidak jarang pula yang menari-nari mengikuti alunan musik.

Saat ini, musik gendang beleq telah memiliki banyak komunitas yang tersebar luas di pulau Lombok, bahkan ada juga yang mendirikan komunitas di luar Lombok. Komunitas-komunitas ini mengelola secara mandiri dan membuat sanggar agar bias berlatih setiap hari.

Ada beberapa alat yang terdapat dalam bermain musik gendang beleq, seperti gendang itu sndiri, kemudian terumpang atau alat yang berbentuk bulat besar seperti wajan yang ditengahnya terdapat benjolan kecil terbuat dari kuningan atau tembaga, alat ini akan menghasilkan bunyi yang mendengung jika dipukul. Selanjutnya ada Gong, alat ini sebenarnya hamper sama dengan gong-gong dari daerah lainnya. Alat-alat lainnya dalah kenceng (seperti kelereng), seruling, oncer atau petuk, pencek dan beberapa alat yang digunakan sebagai penabuh berupa tongkat-tongkat kayu berukuran sangat pendek yang terbuat dari kayu kelapa dan ujungnya dibalut kain agar kuat.

Musik Gendang beleq juga memiliki nilai filosofis dan disakralkan oleh masyarakat suku sasak. Masyarakat suku sasak menilai bahwa dalam seni tubuh gendang beleq terdapat keindahan, ketekukan, ketelitian, kesabaran, kebijakan dan kepahlawanan yang diharapkan menyatu dengan hati masyarakat suku sasak.

Karena tabuhan dan alunan musik dari gendang beleq ini mengandung semangat yang luar biasa dalam memainkan maupun sekedar mendengarkan, banyak dari wisatawan local maupun mencanegara sengaja dating untuk menonton tabuhan musik gendang beleq ini. Bahkan di antara wisatawan-wisatawan tersebut memainkan musik ini. Beberapa masyarakat di luar Lombok menjadikan seni musik gendang beleq in sebagai referensi guna keperluan yang bersifat akedemik maupun pekerjaan. (sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram/Buku Ayo ke Mataram) 

 

 

 

  • Halaman :  

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota MataramSMS CENTER Perwal Tata Naskah Dinas Pemerintah Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramPERATURAN WALIKOTA MATARAM TENTANG KODE ETIK ASNROAD MAP RB KOTA MATARAMBUKU STANDAR HARGA KOTA MATARAM TAHUN 2017Surat Edaran Libur Nasional 2017Edaran Cuti Tahun 2017

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat

Statistik Pengunjung

Hari Ini : 1,831 Visit
Kemarin : 2,743 Visit
Bulan Ini : 16,340 Visit
Tahun Ini : 16,340 Visit
Total : 19,060 Visit
Detail Statistik