Search Here

Rapat Paripurna LKPJ Kota Mataram Tahun Anggaran 2018

Rapat Paripurna LKPJ Kota Mataram Tahun Anggaran 2018

Rapat Paripurna LKPJ Kota Mataram Tahun Anggaran 2018

  • Diterbitkan Oleh: Admin
  • |
  • Pada: Mar 28, 2019

Mataram - DPRD Kota Mataram menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2018 oleh Wali Kota Mataram H.Ahyar Abduh, bertempat di Gedung DPRD Kota Mataram, Kamis (28/03/19). Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, dihadiri juga oleh jajaran Pimpinan dan anggota DPRD Kota Mataram, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Sekretaris Daerah Kota Mataram Effendi Eko Saswito beserta jajaran Asisten dan Staf Ahli, segenap Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Mataram, para Camat dan Lurah,  serta Pimpinan dari Partai Politik se - Kota Mataram.

LKPJ secara umum menjadi gambaran atas hasil pembangunan pada tahun anggaran 2018 yang diarahkan untuk mencapai target sesuai dengan Tema Pembangunan Kota Mataram tahun 2018 yang telah ditetapkan dalam RKPD Kota Mataram Tahun 2018 yaitu Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Melalui Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana Perkotaan Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Pada tahun Anggaran 2018 seperti yang disampaikan oleh Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, kondisi dan capaian makro ekonomi daerah yang digambarkan melalui angka PDRB, tingkat pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan kesempatan kerja bisa menjadi ukuran kinerja pembangunan suatu daerah dari sisi sosial dan ekonomi.  Namun, terjadinya bencana gempa bumi cukup mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kota Mataram.

Mengenai adanya dampak gempa bumi, masyarakat Kota Mataram terdampak dengan adanya kerusakan pada ribuan rumah, serta pada jaringan distribusi air bersih. Total rumah rusak sebanyak 13.437 unit, terdiri dari 2.396 rumah rusak berat, 2.777 rumah rusak sedang, dan 8.264 rumah rusak ringan.

Wali Kota Mataram dalam laporannya menjelaskan bahwa Proses recovery segera dilakukan dengan penanganan pasca bencana bidang sosial seperti Rumah Sakit, Puskesmas, bangunan-bangunan sekolah, serta rumah-rumah ibadah yang tersebar di berbagai wilayah Kota Mataram agar hal-hal yang menjadi kebutuhan layanan utama masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk juga agar anak-anak sekolah bisa kembali belajar dengan nyaman di sekolah. Sejauh ini Kota Mataram sudah menerima bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar 216 Milyar Rupiah lebih yang disalurkan melalui Pokmas kepada masyarakat terdampak guna proses rehabilitasi rumah rusak. Saat ini proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah penduduk yang rusak terus kita percepat seiring dengan telah dipenuhinya transfer anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi oleh Pemerintah Pusat.


Kembali pada dampak bencana gempa bumi terhadap pertumbuhan ekonomi, pada akhir Tahun Anggaran 2018 laju pertumbuhan ekonomi Kota Mataram terhitung sebesar 6,42 persen, menurun dari tahun sebelumnya sebesar 8,11 persen. Hal ini terutama disebabkan karena menurunnya kontribusi sektor pariwisata dan sektor-sektor yang memiliki keterkaitan ke belakang dan keterkaitan ke depan dengan sektor pariwisata seperti sektor usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, pada bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2018, tidak hanya di Kota Mataram namun di Provinsi Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan. Meskipun demikian, angka ini masih di atas angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 4,56 persen dan pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,17 persen.


Adapun angka PDRB Per Kapita Kota Mataram Atas Dasar Harga Konstan terus naik selama 4 tahun terakhir, dan pada tahun 2018 tercatat sebesar 27 Juta 800 Ribu Rupiah lebih. Di sisi lain laju inflasi relatif berhasil dikendalikan, dimana pada tahun 2018 berada pada angka 3,15, masih sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RKPD sebesar 4±1 (empat plus minus satu).


Begitu pun di sektor ketenagakerjaan, Ahyar mengatakan kondisi ketenagakerjaan di Kota Mataram sedikit mengalami penurunan akibat dampak bencana gempa bumi. Meskipun demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja masih cukup bagus yaitu berada pada angka 69,29 persen, dengan Tingkat Kesempatan Kerja 93,28 persen.  Komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat pun tunjukkan dengan menetapkan Upah Minimum Kota tahun 2018  sebesar 1.885.637 Rupiah (Satu Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Enam Ratus Tiga Puluh Tujuh Rupiah).


Adapun anggaran Pendapatan Kota Mataram pada Tahun Anggaran 2018 yang ditargetkan sebesar 1,437 Triliun Rupiah lebih, terealisasi sebesar 1,418 Triliun Rupiah lebih atau mencapai 98,65 persen. Namun, dari sektor PAD yang merupakan gambaran kemandirian daerah justru terealisasi sebesar 358,825 Milyar Rupiah lebih, melewati target yang ditetapkan sebesar 354,697 Milyar Rupiah lebih, atau mencapai 101,16 persen.

Sedangkan anggaran Belanja Daerah pada Tahun Anggaran 2018 yang ditargetkan sebesar 1,539 Triliun Rupiah lebih terealisasi sebesar 1,435 Triliun Rupiah lebih atau sebesar 93,23 persen. Dalam hal belanja, kami tetap menekankan aspek efisiensi dengan mengendalikan pengeluaran/belanja daerah secara bijak untuk menghindari pemborosan anggaran.


Secara keseluruhan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mataram berada pada angka 78,28 termasuk dalam kategori TINGGI. Perkembangan IPM ini dipengaruhi oleh capaian Angka Harapan Hidup pada tahun 2018 sebesar 70,94 tahun. Begitupun Harapan Lama Sekolah 15,68 tahun, dan diikuti juga dengan angka Rata-rata Lama Sekolah selama 9,41 tahun. Indikator pada aspek kesejahteraan masyarakat ini diperkuat dengan menurunnya angka kemiskinan dari 9,55 persen menjadi 8,96 persen.


Sedangkan dalam aspek pelayanan umum, capaian kinerja terlihat dari peningkatan sarana-prasarana perkotaan, salah satunya panjang jaringan jalan dalam kondisi baik pada tahun 2018 mencapai 292,803 kilometer dari keseluruhan jalan sepanjang 369,849 kilometer atau mencapai 79,168 persen. Dalam aspek daya saing daerah, upaya peningkatan kualitas sumber daya aparatur Pemerintah Kota Mataram terlihat dari Indeks Reformasi Birokrasi yang mencerminkan pencapaian perwujudan penyelenggaraan pemerintah yang berorientasi hasil, dimana Kota Mataram meraih nilai B. Namun, di sisi lain, masih dikarenakan alasan bencana gempa bumi yang terjadi dalam periode cukup lama, maka kunjungan wisatawan ke Kota Mataram sedikit menurun menjadi 671.434 orang, dari tahun sebelumnya sebanyak 697.635 orang. Sepanjang Tahun 2018, Kota Mataram juga telah mencatatkan sejumlah prestasi dan penghargaan di berbagai bidang sebagai wujud aprresiasi kinerja dan kerja keras bersama, baik dari Tingkat Regional maupun di Tingkat Nasional.

Mengakhiri laporannya, Ahyar menjelaskan bahwa ke depan akan ada pelaksanaan Pemilihan Umum Tahun 2019 yang sudah tinggal menghitung hari, dan harus kita sambut sebagai suatu pesta demokrasi yang menggembirakan bagi semua warga. Mari kita kuatkan ikatan persaudaraan dan komitmen menjaga keamanan dan kondusivitas untuk masa depan yang lebih baik lagi bagi Kota Mataram khususnya dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. (ndh/din/bani-Humas)

Share:
Tags: